Lompat ke isi

Bahasa Sula

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Sula
Li Sua
Bahasa Sanana
Penutur bahasa Sula di Sanana didokumentasikan dalam Ekspedisi Siboga (1899–1900).
Dituturkan diIndonesia
WilayahKepulauan Sula (Pulau Sulabesi dan Pulau Mangole)
EtnisSula dan Mangole
Penutur
Sekitar 20.000–30.000 jiwa (2020)Bloyd2020
Dialek
Fagudu
Falahu
Fatcei (Facei)
Mangoli (Mangon)
Kode bahasa
ISO 639-3szn
Glottologsula1245
IETFszn
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Definitely Endangered
Sula diklasifikasikan sebagai bahasa terancam punah (DE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6a Vigorous
Bahasa Sula dikategorikan sebagai C6a Vigorous menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini masih dituturkan dan digunakan oleh sebagian wilayah
Referensi: [1][2][3]
Lokasi penuturan

Peta

Perkiraan lokasi penuturan Bahasa Sula
Koordinat: 2°18′S 125°58′E / 2.300°S 125.967°E / -2.300; 125.967 Sunting di Wikidata
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Sula (dikenal oleh penutur aslinya sebagai Li Sua atau Bahasa Sanana) adalah sebuah bahasa daerah dalam rumpun bahasa Austronesia, khususnya tergolong ke dalam cabang Melayu-Polinesia Tengah (subkelompok Sula–Buru).[4] Bahasa ini dituturkan oleh masyarakat pribumi suku Sula dan suku Mangole yang mendiami wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, terutama terpusat di Pulau Sulabesi dan pesisir Pulau Mangole, Provinsi Maluku Utara, Indonesia.[5]

Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Sula berdampingan dengan bahasa Melayu Sula (ragam Melayu pasar/kreol lokal yang dipengaruhi oleh Melayu Ternate dan Melayu Ambon), serta bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pemerintahan dan pendidikan.[6]

Klasifikasi dan kekerabatan

[sunting | sunting sumber]

Secara filogenetis, bahasa Sula memiliki hubungan kekerabatan terdekat dengan bahasa Buru di Pulau Buru, membentuk subkelompok Sula–Buru dalam cabang bahasa Maluku Tengah.[4] Hubungan ini diperkuat oleh sejumlah kesamaan leksikal dasar dan retensi fitur fonologis Austronesia purba (Proto-Austronesian). Bahasa Sula juga berbatasan secara geografis dengan bahasa Taliabu (Soboyo) di sebelah barat, serta menyerap banyak kata pinjaman dari bahasa Ternate akibat hegemoni politik dan perniagaan berabad-abad di bawah pengaruh Kesultanan Ternate.[5]

Dialek dan persebaran wilayah

[sunting | sunting sumber]
Peta Kepulauan Sula yang memperlihatkan sebaran geografis penutur bahasa Sula di Sulabesi dan Mangole.

Bahasa Sula terbagi ke dalam empat variasi dialek geografis utama yang saling berinteligibilitas tinggi (mutually intelligible):[7][5]

  1. Dialek Fagudu: Dituturkan di bagian selatan Pulau Sulabesi (termasuk wilayah Sanana dan sekitarnya). Dialek ini secara historis memiliki jumlah penutur terbanyak dan sering dipandang sebagai ragam prestise dalam tatanan adat Soa Fagudu.
  2. Dialek Falahu (atau Faahu): Dituturkan di pesisir utara Pulau Sulabesi. Dialek ini memiliki kekhasan peluluhan konsonan tertentu di antara vokal.
  3. Dialek Fatcei (atau Facei): Dituturkan di pesisir barat Pulau Sulabesi oleh warga persekutuan Soa Fatcei.
  4. Dialek Mangoli (atau dialek Mangon): Dituturkan di sepanjang pesisir Pulau Mangole, khususnya di perkampungan yang memiliki pertalian adat dengan sembilan marga Umasoa Gatasia di Desa Mangoli serta wilayah pesisir lainnya.[5] Sebagian linguis awal sempat menggolongkannya sebagai bahasa tersendiri (Mangole language), namun penelitian dialektologi terkini membuktikan bahwa variasi ini merupakan kesinambungan dialek (dialect chain) dari bahasa Sula.[5]

Sistem bunyi bahasa Sula tergolong tipikal bagi bahasa-bahasa Austronesia di kawasan Maluku Tengah:

Bibir Rongga-gigi Langit-langit Lang-bel. Celah-suara
Letup/
Gesek
nirsuara p t tʃ k ʔ
bersuara b d dʒ ɡ
Sengau m n ŋ
Geser f s (ʃ) h
Getar r
Sisian l
Hampiran w j

Konsonan hambat bersuara /b, d, ɡ/ di posisi koda (akhir kata) umumnya direalisasikan sebagai bunyi letup nirsuara yang tidak diletupkan secara lepas (unreleased stop). Fonem /ʃ/ umumnya muncul pada kosakata serapan dari bahasa Arab atau Melayu.[5]

Bahasa Sula memiliki lima fonem vokal kardinal:

Depan Madya Belakang
Tertutup i u
Tengah e o
Terbuka a

Vokal madya /e/ dan /o/ memiliki alofon terbuka [ɛ] dan [ɔ] pada posisi suku kata tertutup.[5]

Kosakata dasar

[sunting | sunting sumber]

Sistem bilangan (Angka)

[sunting | sunting sumber]

Sistem pembilangan dalam bahasa Sula menunjukkan retensi angka Austronesia purba dengan awalan morfologis pembilang:

Nilai Angka Bahasa Sula (Li Sua) Catatan Morfologis & Kultural
1 hia Berakar dari Austronesia purba esa / isa.
2 gadua (atau dua) Dari akar kata dua (duwa).
3 gatelia (atau teli) Dari akar kata telu (telu).
4 gahata (atau hata) Dari akar kata empat (epat).
5 galima (atau lima) Dari akar kata lima (lima / tangan).
6 gane Dari akar kata enam (enem).
7 gagao Dari akar kata pitu (pitu).
8 gataha Dari akar kata walu (walu).
9 gatasia Akar kata sembilan (siwa), yang mendasari nama pranata adat Umasoa Gatasia di Desa Mangoli.[5]
10 pohia Puluhan pertama (akar kata sa-pulu).
20 podua Dua puluhan.
100 utuna hia Seratus (akar kata ratus).
1.000 riana hia Seribu (akar kata ribu).

Pronomina persona (Kata ganti orang)

[sunting | sunting sumber]

Sistem kata ganti orang bahasa Sula membedakan bentuk inklusif dan eksklusif pada orang pertama jamak:

Kategori Persona Bahasa Sula (Li Sua) Padanan Bahasa Indonesia
Pertama Tunggal aku saya, aku
Kedua Tunggal gau kamu, engkau
Ketiga Tunggal nini (atau i) dia, beliau
Pertama Jamak (Inklusif) kita kita (termasuk lawan bicara)
Pertama Jamak (Eksklusif) kami kami (tidak termasuk lawan bicara)
Kedua Jamak kimu kalian
Ketiga Jamak man mereka

Kosakata alam dan lingkungan (Swadesh)

[sunting | sunting sumber]
  • Air: wai
  • Api: hapa
  • Rumah: uma
  • Ikan: fan
  • Ayam: manu
  • Kayu / Pohon: kau
  • Manusia / Orang: matapia
  • Batu: fatu
  • Kepala: nan
  • Mata: mata
  • Laut: masi
  • Darat / Gunung: le

Tata bahasa dan sintaksis

[sunting | sunting sumber]

Susunan klausa dasar (SVO)

[sunting | sunting sumber]

Bahasa Sula menganut tipologi urutan kata dasar Subjek – Verba – Objek (SVO):

  • Aku fani kau. $\rightarrow$ Aku (S) melihat (V) pohon (O).
  • Nini kosa wai. $\rightarrow$ Dia (S) mengambil/menimba (V) air (O).

Sistem deiksis ruang bahari (Spatial Directionals)

[sunting | sunting sumber]

Sebagaimana lazimnya pada masyarakat kepulauan Austronesia, orientasi ruang bahasa Sula tidak bertumpu pada arah mata angin absolut barat-timur semata, melainkan mengacu pada sumbu tegak lurus antara garis pantai dan perbukitan pedalaman:[5]

  • lai (ke arah darat / pedalaman / gunung): Merujuk pada pergerakan menjauhi pesisir menuju perbukitan.
  • lau (ke arah laut / pantai): Merujuk pada pergerakan menuju bibir pantai atau laut lepas.
  • pari (ke arah atas / naik): Arah ke hulu sungai atau ke arah utara pesisir.
  • poka (ke arah bawah / turun): Arah ke hilir muara atau ke arah selatan pesisir.

Pembentukan kata dan morfologi klan

[sunting | sunting sumber]

Bahasa Sula kaya akan pembentukan istilah kekerabatan berbasis morfem leksikal:

  • Prefiks Uma- (rumah / matarumah): Digunakan untuk membentuk nama klan atau rumah adat keluarga patrilineal, seperti pada fam Umagapi, Umasugi, Umasangadji, Umawaitina.
  • Sufiks -pon dan -mona: Berfungsi sebagai penanda asal pemukiman atau bentang tanah adat, seperti pada fam Aupon, Banapon, Fatcepon, Buamona, Bilmona.

Status vitalitas dan pelestarian

[sunting | sunting sumber]

Menurut kriteria vitalitas bahasa UNESCO dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, bahasa Sula berada dalam status rentan hingga terancam punah (vulnerable / endangered).[8] Tekanan ini terutama dipicu oleh peralihan pemakaian bahasa sehari-hari di kalangan generasi muda ke arah dialek Melayu Sula dan bahasa Indonesia baku di wilayah perkotaan seperti Sanana.

Guna mencegah kepunahan, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara sejak tahun 2022 giat menyelenggarakan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) berbasis sekolah dan komunitas adat. Program ini mencakup penyusunan materi ajar muatan lokal, lomba penulisan cerita pendek, pembacaan puisi adat (sastra tutur), serta penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten dan provinsi.[8]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  3. ↑ "Bahasa Sula". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  4. 1 2 Collins, James T. (1983). The Historical Relationships of the Languages of Central Maluku. Pacific Linguistics Special Number D-47 (dalam bahasa Inggris). Canberra: The Australian National University.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bloyd, Tobias S. (2020). Sula: Its language, land, and people (dalam bahasa Inggris). University of Hawai'i at Mānoa.
  6. ↑ Duwila, Ety (2009). "Kajian dialektologi diakronis enklave Melayu Bacan, Ternate, dan Sula di Provinsi Maluku Utara". Tesis S2 Linguistik. Yogyakarta, Indonesia: Universitas Gadjah Mada.
  7. ↑ Duwila, Ety (2018). "Variasi Dialek Bahasa Sula di Kepulauan Sula". Jurnal Kebudayaan Maluku Utara. 6 (2): 112–128.
  8. 1 2 "Katalog Bahasa Daerah di Maluku Utara". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. 2022.

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Bloyd, Tobias S. (2020). Sula: Its Language, Land, and People (PhD tesis) (dalam bahasa Inggris). University of Hawai'i at Manoa. hdl:10125/69017.
  • Collins, James T. (1983). The Historical Relationships of the Languages of Central Maluku. Pacific Linguistics Special Number D-47 (dalam bahasa Inggris). Canberra: The Australian National University.
  • Duwila, Ety (2009). "Kajian dialektologi diakronis enklave Melayu Bacan, Ternate, dan Sula di Provinsi Maluku Utara". Tesis S2 Linguistik. Universitas Gadjah Mada.
  • van Hulstijn, P. (1918). Memorie over de Soela-eilanden. Mededeelingen van het Encyclopaedisch Bureau, Aflevering XV (dalam bahasa Belanda). Weltevreden: Boekhandel Visser & Co.